Kenali Dinamo Alternator Mobil Anda

Apa Itu Dinamo Alternator / Dinamo Jalan

Kenali Dinamo Alternator Mobil Anda

Alternator atau biasa disebut dengan dynamo ampere adalah peranti yang berfungsi sebagai generator yang menghasilkan arus listrik alternating current (AC) dan sekaligus mengubahnya menjadi arus direct current (DC). Komponen ini juga menjadi pembangkit energi listrik yang diisikan ke aki.

Berikut merupakan beberapa tips untuk membuat dinamo alternator awet.

1. Pastikan penggunaan listrik benar-benar tepat

Seperti disebutkan di atas, umumnya pabrikan merancang alternator memiliki kapasitas tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan peranti elektronik yang banyak mengkonsumsi tenaga setrum juga dibatasi agar tidak melebihi. Bila penggunaan listrik itu hanya satu dua kali dilakukan, penurunan kemampuan alternator tidak akan terlihat. Tapi bila hal itu dilakukan secara terus menerus, maka alternator akan mengalami penurunan kemampuan dalam menghasilkan arus listrik.
Beberapa cara untuk menghindari permasalahan itu adalah tidak mengaktifkan Air Conditioner (AC), audio, wiper, dan peranti elektronik lainnya di mobil secara berbarengan. Memang, produsen mobil merancang produknya memiliki kemampuan lebih meski semua peranti elektronik diaktifkan tapi alternator tidak akan tekor.

2. Pastikan kutub dan kabel aki terpasang dengan benar

Pemasangan ini perlu diperhatikan serius.Pasalnya, bila pemasangan kutub salah, atau terbalik, maka kiprok akan jebol atau rusak. Begitupun dengan berbagai kabel kelistrikan. Bila pemasangan kabel-kabel itu tidak tepat, selain menyebabkan listrik boros juga berpotensi IC alternator cepat rusak. Pemasangan kabel yang perlu diperiksa itu juga termasuk kabel plus alternator ke kabel plus aki. Sebab, bila sambungannya tidak tepat atau renggang dan putaran mesin tinggi maka alternator akan rusak.

3. Pastikan sabuk pengatur tegangan V-Belt terpasang dengan benar

Satu hal yang wajib Anda perhatikan adalah, tingkat ketegangan atau posisi V-Belt jangan terlalu kencang dan kendor. Bila terlalu kencang maka putaran alternator dipaksa melebihi kapasitas atau kemampuannya.
Begitu pun bila tali atau sabuk itu terlalu kendor, tarikan akan tersendat-sendat. Sehingga, selain arus listrik yang dihasilkan tidak konstan, laher alternator juga cepat rusak. Bahkan, perangkat elektronik di mobil yang menggunakan sumber strum dari alternator dan aki akan cepat rusak. Pasalnya, asupan listrik yang mengalir ke perangkat tersebut tidak ajeg.

4. Cegah kabel plus bersentuhan dengan badan alternator

Bila itu terjadi, maka akan memicu hubungan arus pndek atau korslet. Akibatnya, alternator atau dynamo ampere akan rusak. “Oleh karena itu sangat disarankan untuk memasang pengaman pada kutub plus. Selain itu, sebaiknya memeriksa kondisi alternator secara rutin minimal tiga bulan sekali.

 

Cara Mengecek Apakah Dinamo Alternator Masih Normal Atau Tidak

Cara mengetahui apakah dinamo tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidaknya dapat dilihat dengan cara mencabut kabel negatif pada Aki ketika mobil dalam keadaan hidup. Jika mobil masih menyala, maka dinamo tersebut masih dalam keadaan normal. Sedangkan jika mati, maka sudah saatnya dinamo tersebut untuk diganti atau service.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *